Mudik Membawa Nikmat
Seperti halnya pepatah 'sambil menyelam, 2-3 pulau terlewati' atau 'air beriak, lain lubuk lain ikannya', 'mudik membawa nikmat' adalah pepatah yang jelas bisa disangkal keabsahannya. Tapi bedanya dengan 2 yang pertama, yang terakhir tak bisa dipungkiri kebenarannya.
Mudik pasti membawa nikmat. Siapapun orangnya, dimanapun sarang mudiknya. Sekalipun perjalanan mudiknya sendiri bisa membawa derita dan nestapa, tapi sesudah mencapai tujuan niscaya hanya nikmat yang didulang. Betapa tidak! Begitu berjumpa dengan kerabat, handai taulan, mantan kecengan atau abang bakso langanan pasti segala penat dan cemas takut dicopet raib. Apalagi ditambah sambutan meriah dari lauk idaman di atas meja makan!
Begitupula dengan lebaran tahun ini. Mudik membawa nikmat. Kali ini tanpa derita nestapa perjalanan. Kenapa? Soalnya bukan saya yang mudik. Tapi tetap saya mendapat nikmat. Nikmatnya berupa lonjoran2 lumpia (atau menurut kotaknya: lunpia) semarang lengkap dengan saos ingus, acar, rawit dan bawang muda. Hihihi!
nb: makasih sedalam2nya buat teman saya yang telah mudik dan membawa nikmat.
Mudik pasti membawa nikmat. Siapapun orangnya, dimanapun sarang mudiknya. Sekalipun perjalanan mudiknya sendiri bisa membawa derita dan nestapa, tapi sesudah mencapai tujuan niscaya hanya nikmat yang didulang. Betapa tidak! Begitu berjumpa dengan kerabat, handai taulan, mantan kecengan atau abang bakso langanan pasti segala penat dan cemas takut dicopet raib. Apalagi ditambah sambutan meriah dari lauk idaman di atas meja makan!
Begitupula dengan lebaran tahun ini. Mudik membawa nikmat. Kali ini tanpa derita nestapa perjalanan. Kenapa? Soalnya bukan saya yang mudik. Tapi tetap saya mendapat nikmat. Nikmatnya berupa lonjoran2 lumpia (atau menurut kotaknya: lunpia) semarang lengkap dengan saos ingus, acar, rawit dan bawang muda. Hihihi!nb: makasih sedalam2nya buat teman saya yang telah mudik dan membawa nikmat.
Labels: Gastronomy

0 Comments:
Post a Comment
<< Home